SEBERAPA SEHATKAH KAMU ? KENALI DIRIMU

Rabu, 21 April 2010

Bayi Prematur Rentan Anemia

Jika kehamilan ibu berkurang 32 minggu, kemungkinan anak terkena anemia semakin besar. Hampir 50% bayi akan menunjukkan gejala klinis anemia. Pada anemia bayi prematur, kadar hemoglobin (Hb) terendah terjadi pada saat bayi berusia 4-10 minggu, yaitu 8-10 g/dl jika lahir dengan berat 1200-1400 gram atau 6-9 g/dl jika lahir dengan berat di bawah 1200 gram.
Semua bayi akan mengalami penurunan Hb setelah lahir karena bayi mengalami masa transisi, dimana dari keadaan hipoksia (kekurangan oksigen) dalam kandungan menjadi hiperoksia (kelebihan oksigen) pada saat lahir. Oksigenasi jaringan yang lebih baik akan menghentikan produksi eritropoetin (EPO, hormon yang memproduksi sel darah merah) dan proses eritropoesis (pembentukan sel darah merah).

Proses Anemia Bayi Prematur
Produksi sel darah merah tidak adekuat
Lokasi untuk pembentukan EPO dan sel darah merah berubah selama masa kehamilan. Pada minggu pertama embryogenesis (pembentukan embrio), sel darah merah janin diproduksi di yolk sac yang selanjutnya diambil oleh hati.
Pada akhir trimester pertama, hati menjadi tempat utama pembentukan sel darah merah. Kurang lebih pada minggu ke-32 kehamilan, sumsum tulang dan hati bersama-sama menghasilkan sel darah merah. Pada minggu ke-40 sumsum tulang merupakan satu-satunya tempat produksi sel darah merah. Kelahiran prematur tidak mempercepat proses di atas.
EPO bukanlah satu-satunya faktor pertumbuhan eritropoesis, akan tetapi EPO adalah yang terpenting. Sintesis EPO awalnya di hati janin yang secara bertahap akan digantikan oleh ginjal. Pada akhir kehamilan, hati tetap sumber utama EPO.
EPO diproduksi sebagai respon terhadap anemia dan hipoksia. Produksi EPO tidak terjadi sampai kadar Hb mencapai 6-7g/dl, sehingga pembentukan sel darah merah pada bayi sangat prematur akan terhenti meskipun terdapat gejala anemia. Resolusi spontan baru akan terjadi jika pada masa kehamilan 40 minggu, bersamaan dengan bergesernya sintesis EPO dari hati yang relatif kurang sensitif terhadap hipoksia ke ginjal.
Pemberian EPO membutuhkan volume yang besar dan dieliminasi lebih cepat sehingga waktu untuk stimulasi sumsum tulang sangat singkat. Erythroid progenitor pada bayi prematur akan bereaksi terhadap EPO, namun reaksinya dapat berkurang bila cadangan besi tidak cukup. Meskipun bayi dapat menghasilkan peningkatan konsentrasi EPO dan retikulosit, namun pertumbuhan bayi yang cepat akan menghalangi peningkatan kadar Hb.

Usia sel darah merah yang lebih pendek
Usia sel darah merah pada bayi baru lahir setengah sampai dua pertiga sel darah merah dewasa. Sel darah merah bayi yang sangat prematur hanya dapat bertahan 30 sampai 50 hari. Usia sel darah merah yang lebih pendek disebabkan beberapa faktor antara lain berkurangnya kadar adenosin trifosfat (ATP), karnitin dan aktifitas enzim intrasel, lebih rentan terhadap peroksidase lemak dan membran sel lebih mudah mengalami fragmentasi.

Kehilangan darah
Kehilangan darah pada bayi prematur terutama disebabkan pengambilan darah untuk pemeriksaan laboratorium yang diperlukan untuk pemantauan keadaan bayi. Darah yang hilang untuk keperluan itu dapat 5-10% dari volume bayi.

Defisiensi Asam Folat, Vitamin B12 dan E
Anemia tetap terjadi pada bayi dengan status nutrisi yang baik. Meskipun demikian defisiensi asam folat, vitamin B12 dan E akan memperberat anemia.
Pada bayi kurang bulan atau prematur, lahir dengan kadar vitamin E yang lebih rendah dibandingkan bayi cukup bulan. Bila tambahan vitamin E tidak diberikan, defisiensi tersebut akan bertahan akan bertahan selama 2-3 bulan.
Vitamin E merupakan senyawa antioksidan yang sangat diperlukan untuk kebutuhan sel darah merah. Bila terjadi defisiensi vitamin E, sel darah merah mudah pecah karena kerusakan membran dan peroksidase lemak. Defisiensi vitamin E dapat terjadi pada bayi prematur berusia 6-10 minggu.

Jenis Kehamilan Yang Berisiko Tinggi

Ada beberapa jenis kehamilan yang berisiko tinggi terhadap kelangsungan hidup ibu dan bayinya, antara lain sebagai berikut:
PLASENTA PREVIA
Dimana plasma atau ari-ari terletak di bawah atau berimplantasi pada bawah rahim, menutupi sebagian atau seluruh jalan lahir. Angka kejadian plasenta previa adalah 0,4 - 0,6% dari keseluruhan persalinan. Klasifikasi plasenta previa yaitu plasenta previa totalis: bila seluruh pembukaan jalan lahir tertutup oleh plasenta; plasenta previa lateralis: bila hanya sebagian pembukaan jalan lahir tertutup plasenta; plasenta marginalis: bila pinggir plasenta berada tepat pada pinggir pembukaan jalan lahir; plasenta previa letak rendah: jika plasenta berada 3 - 4 cm di atas pinggir jalan lahir. Pendarahan tanpa alasan dan tanpa rasa nyeri merupakan gejala utamanya.

KERACUNAN KEHAMILAN ATAU PREEKLAMPSIA
Preeklampsia atau toxemia adalah suatu gangguan yang muncul pada masa kehamilan, umumnya terjadi pada usia kehamilan di atas 20 minggu. Gejala-gejala yang umum yaitu tingginya tekanan darah, pembengkakan yang tak kunjung sembuh dan tingginya jumlah protein dalam urin. Preeklampsia sering terjadi pada kehamilan pertama dan pada wanita yang memiliki sejarah preeklampsia dikeluarganya. Wanita dengan tekanan darah tinggi atau memiliki gangguan ginjal sebelum hamil juga berisiko tinggi.

EKLAMPSIA
Eklampsia merupakan kondisi yang muncul dari hipertensi pada masa kehamilan. Menyebabkan kejang dan koma. Penyebabnya belum diketahui pasti, namun menurut salah satu teori, disebabkan ischaemia atau ketidak-cukupan darah pada organ (anemia lokal) rahim dan plasenta. Di Indonesia, eklampsia merupakan penyakit kehamilan yang meminta korban besar. Diketahui, kematian ibu karena eklampsia berkisar antara 9,8 - 25,5% sedangkan kematian bayi lebih tinggi yakni 42,2 - 48,9%. Kematian ibu biasanya disebabkan oleh pendarahan otak, dekompensio kordis dengan edema paru-paru, ginjal parah dan masuknya isi lambung ke dalam jalan pernafasan.

KEHAMILAN DISERTAI DIABETES MELLITUS
Wanita hamil yang mengidap diabetes menghadapi risiko bayi terlahir dalam kondisi cacat atau menderita kelainan. Kontrol kadar gula darah adalah kunci utama dalam menjaga kehamilan tetap sehat dan aman.

KEHAMILAN DISERTAI PENYAKIT JANTUNG
Terdapat sekitar 1 - 4% ibu hamil menderita penyakit jantung. Pemakaian pil kontrasepsi meningkatkan risiko penyakit jantung. Makin banyak wanita karier menunda usia hamil, hal ini akan meningkatkan risiko penyakit jantung koroner dan hipertensi. Gejala dan keluhan ibu hamil normal mirip dengan gejala dan keluhan penyakit jantung.

KEHAMILAN DI ATAS USIA 35 TAHUN
Hamil di usia lebih dari 35 tahun juga berisiko tinggi. Hal ini dikerenakan pada usia tersebut, calon ibu mungkin akan mengalami gejala pembekuan darah. Sehingga kehamilan di usia 35 tahun ke atas dapat membahayakan kondisi ibu dan janin.

Banyak Cara Memperoleh Momongan

Apa infertilitas itu?
Infertilitas adalah ketidakmampuan untuk hamil dalam waktu 1 tahun pada pasangan yang secara teratur melakukan hubungan intim. Dapat diketahui bahwasannya dalam jangka waktu 1 tahun orang yang telah menikah dan berhubungan secara teratur, saat masa subur yakni dalam waktu 3 bulan, istri dapat hamil mencapai 50%, jangka waktu 6 bulan mencapai 75%, dan jangka waktu 1 tahun 85%. Sisanya 15% yang dapat dikatakan infertilitas. Untuk informasi di Indonesia persentase tingkat infertilitas sekitar 30% ditemui pada perempuan, 30% pada laki-laki, 30% pada keduanya, dan 10% belum dapat diketahui.


Pasangan yang sudah menikah selama 10 tahun dan masih belum mempunyai anak, masih mempunyai peluang untuk mempunyai anak namun biasanya pasangan itu menjalani serangkaian pengobatan, kita harus lihat masalahnya terlebih dahulu. Terapi yang dilakukan pada perempuan, ada 3 yang harus dilihat. Pertama, biasanya siklus haid kadang-kadang tidak teratur, dan itu berkaitan dengan siklus ovulasi. Jika telur matang, yaitu pada saat masa subur, pasangan dianjurkan melakukan hubungan intim. Kematangan telur diketahui melalui pemeriksaan ultrasonografi (USG). Jika folikelnya sudah besar artinya telurnya sudah membesar. Kedua, faktor kavaluasi dan faktor saluran telur. Jika saluran telur terhambat, karena terjadinya infeksi atau disebabkan kista, sedangkan sperma masuknya lewat saluran telur, maka sperma -sperma akan terhambat masuk. Ketiga, faktor dari pada sperma itu sendiri. Banyak pasangan yang datang berobat tetapi hanya istrinya saja padahal setelah diperiksa masalahnya ada di spermanya. Masalah yang sering ditemui pada laki-laki adalah disebabkan karena faktor merokok, alkohol, stres, sehingga kualitas sperma jelek. Dari sperma tersebut, yang dinilai adalah 3 hal, yaitu jumlahnya harus lebih dari 20 juta/ ml, gerakannya harus lebih dari 50%, dan bentuk normal dari sperma harus lebih dari 30%. Kebanyakan pasien laki-laki kurang dari standar yang telah ditentukan.


Dilihat dari faktor usia
Usia mempengaruhi tingkat infertilitasnya. Jika seseorang menikah di atas 30 tahun, masih mempunyai kesempatan untuk mempunyai anak. Namun kalo usianya sudah menginjak kepala 36 tahun baru menikah, agak sulit kemungkinannya untuk cepat memiliki keturunan. Karena itu jika dalam waktu 1-2 kali siklus masa haid masih belum hamil, sebaiknya pasangan tersebut segera memeriksakan diri ke dokter, mungkin ada masalah infertilitas yang terjadi pada suami atau istri.

Jenis Infertilitas
Infertilitas terdiri dari 2 macam, yaitu Pertama, infertilitas primer adalah belum pernah hamil sama sekali, misalnya karena disebabkan siklus haid yang tidak teratur, perempuan perokok, kegemukan atau kekurusan, sindrom polikistik ovarium dan lainnya; Kedua, infertilitas sekunder adalah sudah pernah punya anak akan tetapi untuk memiliki anak yang kesekian susah sekali, yang penyebabnya bisa karena kista, infeksi, dan sebagainya.

Pola Penerapan Diagnosis
Pemeriksaan yang tepat untuk mendiagnosis infertilitas adalah pada perempuan, pertama tes hormon terlebih dahulu. diperiksa hormon basal pada hari ke-3 masa haid, kemudian pada hari ke-9 histerosalpingografi (HSG) untuk melihat kondisi saluran telur, baru kemudian USG. USG juga dilakukan pada hari ke-3 masa haid dan hari ke-12 atau hari ke-14 untuk melihat masa suburnya. Kalau untuk mereka yang laki-laki, yang dilakukan adalah dengan menganalisis spermanya.

Terapi yang dilakukan
Cara terapi yang bisa dilakukan harus dilihat dahulu apa faktor penyebabnya. Kalau karena gangguan hormon, maka dilakukan terapi hormon. Jika masalahnya pada saluran telur yang tersumbat karena disebabkan oleh infeksi atau kista, maka obati infeksinya atau angkat kistanya. Kalau dilihat dari hasil USG telurnya tidak dapat membesar, maka akan diberikan obat penyubur.

Memperoleh Momongan Lewat Inseminasi Buatan dan Bayi Tabung
Inseminasi adalah langkah awal. Jika inseminasi, sebaiknya pasien itu kontrol pada hari ke-3 haid kemudian akan diterapi dengan menggunakan obat oral selama 5 hari baru kemudian di USG. Pasien diberikan obat penyubur yang biasanya lewat suntikan. Kira-kira pada hari ke-12 biasanya telur sudah matang dengan ukuran 20 mm, kemudian dilakukan inseminasi dengan sperma yang sudah dipilih (gerakan cepatnya dan bentuk normal) sebanyak 0,3 cc, sperma dimasukkan ke dalam rahim istri dan pada 2 minggu kemudian sudah dapat diketahui hasilnya.

Pada bayi tabung atau biasa disebut in vitro fertilization (IVF), ada 2 program yang perlu dilakukan, yakni: Pertama, IVF Konvensional yaitu kualitas sperma bagus dan bentuk yang normal di atas 10%. Dengan menggunakan IVF konvensional, maka 1 telur istri diteteskan dengan sperma unggulan sekitar 50.000 sperma; Kedua, kalau kualitas sperma jelek, maka menggunakan program ICSI (intracytoplasmic sperm injection), sehingga 1 sperma yang bagus kita suntikkan langsung ke dalam telur istri, karena sperma itu tidak mampu menembus telur maka dibantu dengan menggunakan injeksi.

Tingkat keberhasilan yang dicapai dan besaran biaya yang harus dikeluarkan
Tingkat keberhasilan yang dicapai itu bergantung pada masalah pasien itu sendiri. Pada umumnya, tingkat keberhasilan inseminasi rata-rata 20-50%. Sedangkan untuk proses bayi tabung tingkat keberhasilannya berkisar antara 30-35%. Kemudian untuk besarnya biaya yang dikeluarkan untuk proses inseminasi itu relatif, ada yang berkisar 4-5 jt atau bahkan lebih, dan besaran biaya yang dikeluarkan untuk proses bayi tabung berkisar antara 50jt atau bahkan lebih.