SEBERAPA SEHATKAH KAMU ? KENALI DIRIMU

Rabu, 21 April 2010

Banyak Cara Memperoleh Momongan

Apa infertilitas itu?
Infertilitas adalah ketidakmampuan untuk hamil dalam waktu 1 tahun pada pasangan yang secara teratur melakukan hubungan intim. Dapat diketahui bahwasannya dalam jangka waktu 1 tahun orang yang telah menikah dan berhubungan secara teratur, saat masa subur yakni dalam waktu 3 bulan, istri dapat hamil mencapai 50%, jangka waktu 6 bulan mencapai 75%, dan jangka waktu 1 tahun 85%. Sisanya 15% yang dapat dikatakan infertilitas. Untuk informasi di Indonesia persentase tingkat infertilitas sekitar 30% ditemui pada perempuan, 30% pada laki-laki, 30% pada keduanya, dan 10% belum dapat diketahui.


Pasangan yang sudah menikah selama 10 tahun dan masih belum mempunyai anak, masih mempunyai peluang untuk mempunyai anak namun biasanya pasangan itu menjalani serangkaian pengobatan, kita harus lihat masalahnya terlebih dahulu. Terapi yang dilakukan pada perempuan, ada 3 yang harus dilihat. Pertama, biasanya siklus haid kadang-kadang tidak teratur, dan itu berkaitan dengan siklus ovulasi. Jika telur matang, yaitu pada saat masa subur, pasangan dianjurkan melakukan hubungan intim. Kematangan telur diketahui melalui pemeriksaan ultrasonografi (USG). Jika folikelnya sudah besar artinya telurnya sudah membesar. Kedua, faktor kavaluasi dan faktor saluran telur. Jika saluran telur terhambat, karena terjadinya infeksi atau disebabkan kista, sedangkan sperma masuknya lewat saluran telur, maka sperma -sperma akan terhambat masuk. Ketiga, faktor dari pada sperma itu sendiri. Banyak pasangan yang datang berobat tetapi hanya istrinya saja padahal setelah diperiksa masalahnya ada di spermanya. Masalah yang sering ditemui pada laki-laki adalah disebabkan karena faktor merokok, alkohol, stres, sehingga kualitas sperma jelek. Dari sperma tersebut, yang dinilai adalah 3 hal, yaitu jumlahnya harus lebih dari 20 juta/ ml, gerakannya harus lebih dari 50%, dan bentuk normal dari sperma harus lebih dari 30%. Kebanyakan pasien laki-laki kurang dari standar yang telah ditentukan.


Dilihat dari faktor usia
Usia mempengaruhi tingkat infertilitasnya. Jika seseorang menikah di atas 30 tahun, masih mempunyai kesempatan untuk mempunyai anak. Namun kalo usianya sudah menginjak kepala 36 tahun baru menikah, agak sulit kemungkinannya untuk cepat memiliki keturunan. Karena itu jika dalam waktu 1-2 kali siklus masa haid masih belum hamil, sebaiknya pasangan tersebut segera memeriksakan diri ke dokter, mungkin ada masalah infertilitas yang terjadi pada suami atau istri.

Jenis Infertilitas
Infertilitas terdiri dari 2 macam, yaitu Pertama, infertilitas primer adalah belum pernah hamil sama sekali, misalnya karena disebabkan siklus haid yang tidak teratur, perempuan perokok, kegemukan atau kekurusan, sindrom polikistik ovarium dan lainnya; Kedua, infertilitas sekunder adalah sudah pernah punya anak akan tetapi untuk memiliki anak yang kesekian susah sekali, yang penyebabnya bisa karena kista, infeksi, dan sebagainya.

Pola Penerapan Diagnosis
Pemeriksaan yang tepat untuk mendiagnosis infertilitas adalah pada perempuan, pertama tes hormon terlebih dahulu. diperiksa hormon basal pada hari ke-3 masa haid, kemudian pada hari ke-9 histerosalpingografi (HSG) untuk melihat kondisi saluran telur, baru kemudian USG. USG juga dilakukan pada hari ke-3 masa haid dan hari ke-12 atau hari ke-14 untuk melihat masa suburnya. Kalau untuk mereka yang laki-laki, yang dilakukan adalah dengan menganalisis spermanya.

Terapi yang dilakukan
Cara terapi yang bisa dilakukan harus dilihat dahulu apa faktor penyebabnya. Kalau karena gangguan hormon, maka dilakukan terapi hormon. Jika masalahnya pada saluran telur yang tersumbat karena disebabkan oleh infeksi atau kista, maka obati infeksinya atau angkat kistanya. Kalau dilihat dari hasil USG telurnya tidak dapat membesar, maka akan diberikan obat penyubur.

Memperoleh Momongan Lewat Inseminasi Buatan dan Bayi Tabung
Inseminasi adalah langkah awal. Jika inseminasi, sebaiknya pasien itu kontrol pada hari ke-3 haid kemudian akan diterapi dengan menggunakan obat oral selama 5 hari baru kemudian di USG. Pasien diberikan obat penyubur yang biasanya lewat suntikan. Kira-kira pada hari ke-12 biasanya telur sudah matang dengan ukuran 20 mm, kemudian dilakukan inseminasi dengan sperma yang sudah dipilih (gerakan cepatnya dan bentuk normal) sebanyak 0,3 cc, sperma dimasukkan ke dalam rahim istri dan pada 2 minggu kemudian sudah dapat diketahui hasilnya.

Pada bayi tabung atau biasa disebut in vitro fertilization (IVF), ada 2 program yang perlu dilakukan, yakni: Pertama, IVF Konvensional yaitu kualitas sperma bagus dan bentuk yang normal di atas 10%. Dengan menggunakan IVF konvensional, maka 1 telur istri diteteskan dengan sperma unggulan sekitar 50.000 sperma; Kedua, kalau kualitas sperma jelek, maka menggunakan program ICSI (intracytoplasmic sperm injection), sehingga 1 sperma yang bagus kita suntikkan langsung ke dalam telur istri, karena sperma itu tidak mampu menembus telur maka dibantu dengan menggunakan injeksi.

Tingkat keberhasilan yang dicapai dan besaran biaya yang harus dikeluarkan
Tingkat keberhasilan yang dicapai itu bergantung pada masalah pasien itu sendiri. Pada umumnya, tingkat keberhasilan inseminasi rata-rata 20-50%. Sedangkan untuk proses bayi tabung tingkat keberhasilannya berkisar antara 30-35%. Kemudian untuk besarnya biaya yang dikeluarkan untuk proses inseminasi itu relatif, ada yang berkisar 4-5 jt atau bahkan lebih, dan besaran biaya yang dikeluarkan untuk proses bayi tabung berkisar antara 50jt atau bahkan lebih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar