SEBERAPA SEHATKAH KAMU ? KENALI DIRIMU

Rabu, 21 April 2010

Bayi Prematur Rentan Anemia

Jika kehamilan ibu berkurang 32 minggu, kemungkinan anak terkena anemia semakin besar. Hampir 50% bayi akan menunjukkan gejala klinis anemia. Pada anemia bayi prematur, kadar hemoglobin (Hb) terendah terjadi pada saat bayi berusia 4-10 minggu, yaitu 8-10 g/dl jika lahir dengan berat 1200-1400 gram atau 6-9 g/dl jika lahir dengan berat di bawah 1200 gram.
Semua bayi akan mengalami penurunan Hb setelah lahir karena bayi mengalami masa transisi, dimana dari keadaan hipoksia (kekurangan oksigen) dalam kandungan menjadi hiperoksia (kelebihan oksigen) pada saat lahir. Oksigenasi jaringan yang lebih baik akan menghentikan produksi eritropoetin (EPO, hormon yang memproduksi sel darah merah) dan proses eritropoesis (pembentukan sel darah merah).

Proses Anemia Bayi Prematur
Produksi sel darah merah tidak adekuat
Lokasi untuk pembentukan EPO dan sel darah merah berubah selama masa kehamilan. Pada minggu pertama embryogenesis (pembentukan embrio), sel darah merah janin diproduksi di yolk sac yang selanjutnya diambil oleh hati.
Pada akhir trimester pertama, hati menjadi tempat utama pembentukan sel darah merah. Kurang lebih pada minggu ke-32 kehamilan, sumsum tulang dan hati bersama-sama menghasilkan sel darah merah. Pada minggu ke-40 sumsum tulang merupakan satu-satunya tempat produksi sel darah merah. Kelahiran prematur tidak mempercepat proses di atas.
EPO bukanlah satu-satunya faktor pertumbuhan eritropoesis, akan tetapi EPO adalah yang terpenting. Sintesis EPO awalnya di hati janin yang secara bertahap akan digantikan oleh ginjal. Pada akhir kehamilan, hati tetap sumber utama EPO.
EPO diproduksi sebagai respon terhadap anemia dan hipoksia. Produksi EPO tidak terjadi sampai kadar Hb mencapai 6-7g/dl, sehingga pembentukan sel darah merah pada bayi sangat prematur akan terhenti meskipun terdapat gejala anemia. Resolusi spontan baru akan terjadi jika pada masa kehamilan 40 minggu, bersamaan dengan bergesernya sintesis EPO dari hati yang relatif kurang sensitif terhadap hipoksia ke ginjal.
Pemberian EPO membutuhkan volume yang besar dan dieliminasi lebih cepat sehingga waktu untuk stimulasi sumsum tulang sangat singkat. Erythroid progenitor pada bayi prematur akan bereaksi terhadap EPO, namun reaksinya dapat berkurang bila cadangan besi tidak cukup. Meskipun bayi dapat menghasilkan peningkatan konsentrasi EPO dan retikulosit, namun pertumbuhan bayi yang cepat akan menghalangi peningkatan kadar Hb.

Usia sel darah merah yang lebih pendek
Usia sel darah merah pada bayi baru lahir setengah sampai dua pertiga sel darah merah dewasa. Sel darah merah bayi yang sangat prematur hanya dapat bertahan 30 sampai 50 hari. Usia sel darah merah yang lebih pendek disebabkan beberapa faktor antara lain berkurangnya kadar adenosin trifosfat (ATP), karnitin dan aktifitas enzim intrasel, lebih rentan terhadap peroksidase lemak dan membran sel lebih mudah mengalami fragmentasi.

Kehilangan darah
Kehilangan darah pada bayi prematur terutama disebabkan pengambilan darah untuk pemeriksaan laboratorium yang diperlukan untuk pemantauan keadaan bayi. Darah yang hilang untuk keperluan itu dapat 5-10% dari volume bayi.

Defisiensi Asam Folat, Vitamin B12 dan E
Anemia tetap terjadi pada bayi dengan status nutrisi yang baik. Meskipun demikian defisiensi asam folat, vitamin B12 dan E akan memperberat anemia.
Pada bayi kurang bulan atau prematur, lahir dengan kadar vitamin E yang lebih rendah dibandingkan bayi cukup bulan. Bila tambahan vitamin E tidak diberikan, defisiensi tersebut akan bertahan akan bertahan selama 2-3 bulan.
Vitamin E merupakan senyawa antioksidan yang sangat diperlukan untuk kebutuhan sel darah merah. Bila terjadi defisiensi vitamin E, sel darah merah mudah pecah karena kerusakan membran dan peroksidase lemak. Defisiensi vitamin E dapat terjadi pada bayi prematur berusia 6-10 minggu.

Jenis Kehamilan Yang Berisiko Tinggi

Ada beberapa jenis kehamilan yang berisiko tinggi terhadap kelangsungan hidup ibu dan bayinya, antara lain sebagai berikut:
PLASENTA PREVIA
Dimana plasma atau ari-ari terletak di bawah atau berimplantasi pada bawah rahim, menutupi sebagian atau seluruh jalan lahir. Angka kejadian plasenta previa adalah 0,4 - 0,6% dari keseluruhan persalinan. Klasifikasi plasenta previa yaitu plasenta previa totalis: bila seluruh pembukaan jalan lahir tertutup oleh plasenta; plasenta previa lateralis: bila hanya sebagian pembukaan jalan lahir tertutup plasenta; plasenta marginalis: bila pinggir plasenta berada tepat pada pinggir pembukaan jalan lahir; plasenta previa letak rendah: jika plasenta berada 3 - 4 cm di atas pinggir jalan lahir. Pendarahan tanpa alasan dan tanpa rasa nyeri merupakan gejala utamanya.

KERACUNAN KEHAMILAN ATAU PREEKLAMPSIA
Preeklampsia atau toxemia adalah suatu gangguan yang muncul pada masa kehamilan, umumnya terjadi pada usia kehamilan di atas 20 minggu. Gejala-gejala yang umum yaitu tingginya tekanan darah, pembengkakan yang tak kunjung sembuh dan tingginya jumlah protein dalam urin. Preeklampsia sering terjadi pada kehamilan pertama dan pada wanita yang memiliki sejarah preeklampsia dikeluarganya. Wanita dengan tekanan darah tinggi atau memiliki gangguan ginjal sebelum hamil juga berisiko tinggi.

EKLAMPSIA
Eklampsia merupakan kondisi yang muncul dari hipertensi pada masa kehamilan. Menyebabkan kejang dan koma. Penyebabnya belum diketahui pasti, namun menurut salah satu teori, disebabkan ischaemia atau ketidak-cukupan darah pada organ (anemia lokal) rahim dan plasenta. Di Indonesia, eklampsia merupakan penyakit kehamilan yang meminta korban besar. Diketahui, kematian ibu karena eklampsia berkisar antara 9,8 - 25,5% sedangkan kematian bayi lebih tinggi yakni 42,2 - 48,9%. Kematian ibu biasanya disebabkan oleh pendarahan otak, dekompensio kordis dengan edema paru-paru, ginjal parah dan masuknya isi lambung ke dalam jalan pernafasan.

KEHAMILAN DISERTAI DIABETES MELLITUS
Wanita hamil yang mengidap diabetes menghadapi risiko bayi terlahir dalam kondisi cacat atau menderita kelainan. Kontrol kadar gula darah adalah kunci utama dalam menjaga kehamilan tetap sehat dan aman.

KEHAMILAN DISERTAI PENYAKIT JANTUNG
Terdapat sekitar 1 - 4% ibu hamil menderita penyakit jantung. Pemakaian pil kontrasepsi meningkatkan risiko penyakit jantung. Makin banyak wanita karier menunda usia hamil, hal ini akan meningkatkan risiko penyakit jantung koroner dan hipertensi. Gejala dan keluhan ibu hamil normal mirip dengan gejala dan keluhan penyakit jantung.

KEHAMILAN DI ATAS USIA 35 TAHUN
Hamil di usia lebih dari 35 tahun juga berisiko tinggi. Hal ini dikerenakan pada usia tersebut, calon ibu mungkin akan mengalami gejala pembekuan darah. Sehingga kehamilan di usia 35 tahun ke atas dapat membahayakan kondisi ibu dan janin.

Banyak Cara Memperoleh Momongan

Apa infertilitas itu?
Infertilitas adalah ketidakmampuan untuk hamil dalam waktu 1 tahun pada pasangan yang secara teratur melakukan hubungan intim. Dapat diketahui bahwasannya dalam jangka waktu 1 tahun orang yang telah menikah dan berhubungan secara teratur, saat masa subur yakni dalam waktu 3 bulan, istri dapat hamil mencapai 50%, jangka waktu 6 bulan mencapai 75%, dan jangka waktu 1 tahun 85%. Sisanya 15% yang dapat dikatakan infertilitas. Untuk informasi di Indonesia persentase tingkat infertilitas sekitar 30% ditemui pada perempuan, 30% pada laki-laki, 30% pada keduanya, dan 10% belum dapat diketahui.


Pasangan yang sudah menikah selama 10 tahun dan masih belum mempunyai anak, masih mempunyai peluang untuk mempunyai anak namun biasanya pasangan itu menjalani serangkaian pengobatan, kita harus lihat masalahnya terlebih dahulu. Terapi yang dilakukan pada perempuan, ada 3 yang harus dilihat. Pertama, biasanya siklus haid kadang-kadang tidak teratur, dan itu berkaitan dengan siklus ovulasi. Jika telur matang, yaitu pada saat masa subur, pasangan dianjurkan melakukan hubungan intim. Kematangan telur diketahui melalui pemeriksaan ultrasonografi (USG). Jika folikelnya sudah besar artinya telurnya sudah membesar. Kedua, faktor kavaluasi dan faktor saluran telur. Jika saluran telur terhambat, karena terjadinya infeksi atau disebabkan kista, sedangkan sperma masuknya lewat saluran telur, maka sperma -sperma akan terhambat masuk. Ketiga, faktor dari pada sperma itu sendiri. Banyak pasangan yang datang berobat tetapi hanya istrinya saja padahal setelah diperiksa masalahnya ada di spermanya. Masalah yang sering ditemui pada laki-laki adalah disebabkan karena faktor merokok, alkohol, stres, sehingga kualitas sperma jelek. Dari sperma tersebut, yang dinilai adalah 3 hal, yaitu jumlahnya harus lebih dari 20 juta/ ml, gerakannya harus lebih dari 50%, dan bentuk normal dari sperma harus lebih dari 30%. Kebanyakan pasien laki-laki kurang dari standar yang telah ditentukan.


Dilihat dari faktor usia
Usia mempengaruhi tingkat infertilitasnya. Jika seseorang menikah di atas 30 tahun, masih mempunyai kesempatan untuk mempunyai anak. Namun kalo usianya sudah menginjak kepala 36 tahun baru menikah, agak sulit kemungkinannya untuk cepat memiliki keturunan. Karena itu jika dalam waktu 1-2 kali siklus masa haid masih belum hamil, sebaiknya pasangan tersebut segera memeriksakan diri ke dokter, mungkin ada masalah infertilitas yang terjadi pada suami atau istri.

Jenis Infertilitas
Infertilitas terdiri dari 2 macam, yaitu Pertama, infertilitas primer adalah belum pernah hamil sama sekali, misalnya karena disebabkan siklus haid yang tidak teratur, perempuan perokok, kegemukan atau kekurusan, sindrom polikistik ovarium dan lainnya; Kedua, infertilitas sekunder adalah sudah pernah punya anak akan tetapi untuk memiliki anak yang kesekian susah sekali, yang penyebabnya bisa karena kista, infeksi, dan sebagainya.

Pola Penerapan Diagnosis
Pemeriksaan yang tepat untuk mendiagnosis infertilitas adalah pada perempuan, pertama tes hormon terlebih dahulu. diperiksa hormon basal pada hari ke-3 masa haid, kemudian pada hari ke-9 histerosalpingografi (HSG) untuk melihat kondisi saluran telur, baru kemudian USG. USG juga dilakukan pada hari ke-3 masa haid dan hari ke-12 atau hari ke-14 untuk melihat masa suburnya. Kalau untuk mereka yang laki-laki, yang dilakukan adalah dengan menganalisis spermanya.

Terapi yang dilakukan
Cara terapi yang bisa dilakukan harus dilihat dahulu apa faktor penyebabnya. Kalau karena gangguan hormon, maka dilakukan terapi hormon. Jika masalahnya pada saluran telur yang tersumbat karena disebabkan oleh infeksi atau kista, maka obati infeksinya atau angkat kistanya. Kalau dilihat dari hasil USG telurnya tidak dapat membesar, maka akan diberikan obat penyubur.

Memperoleh Momongan Lewat Inseminasi Buatan dan Bayi Tabung
Inseminasi adalah langkah awal. Jika inseminasi, sebaiknya pasien itu kontrol pada hari ke-3 haid kemudian akan diterapi dengan menggunakan obat oral selama 5 hari baru kemudian di USG. Pasien diberikan obat penyubur yang biasanya lewat suntikan. Kira-kira pada hari ke-12 biasanya telur sudah matang dengan ukuran 20 mm, kemudian dilakukan inseminasi dengan sperma yang sudah dipilih (gerakan cepatnya dan bentuk normal) sebanyak 0,3 cc, sperma dimasukkan ke dalam rahim istri dan pada 2 minggu kemudian sudah dapat diketahui hasilnya.

Pada bayi tabung atau biasa disebut in vitro fertilization (IVF), ada 2 program yang perlu dilakukan, yakni: Pertama, IVF Konvensional yaitu kualitas sperma bagus dan bentuk yang normal di atas 10%. Dengan menggunakan IVF konvensional, maka 1 telur istri diteteskan dengan sperma unggulan sekitar 50.000 sperma; Kedua, kalau kualitas sperma jelek, maka menggunakan program ICSI (intracytoplasmic sperm injection), sehingga 1 sperma yang bagus kita suntikkan langsung ke dalam telur istri, karena sperma itu tidak mampu menembus telur maka dibantu dengan menggunakan injeksi.

Tingkat keberhasilan yang dicapai dan besaran biaya yang harus dikeluarkan
Tingkat keberhasilan yang dicapai itu bergantung pada masalah pasien itu sendiri. Pada umumnya, tingkat keberhasilan inseminasi rata-rata 20-50%. Sedangkan untuk proses bayi tabung tingkat keberhasilannya berkisar antara 30-35%. Kemudian untuk besarnya biaya yang dikeluarkan untuk proses inseminasi itu relatif, ada yang berkisar 4-5 jt atau bahkan lebih, dan besaran biaya yang dikeluarkan untuk proses bayi tabung berkisar antara 50jt atau bahkan lebih.

Selasa, 23 Maret 2010

Herbal Daun Kelor

Daun Kelor?
Daun kelor merupakan tanaman perdu yang kita kenal adalah tanaman asli yang berasal dari Himalaya dan India.
Pada umumnya manfaat daun kelor adalah sebagai sayur mayur, dan memang sangat baik untuk kesehatan. Namun pernahkah terbayangkan bahwa ada manfaat herbal dari daun kelor tersebut, kita tahu bicara herbal pasti berhubungan dengan kesehatan, pasti berhubungan dengan penyakit dan sudah pasti bicara penyakit berhubungan dengan obat/ penawar dalam hal ini herbal.

Bentuk Fisik
Secara fisik tingginya bisa mencapai ± 10 meter-an, batangnya lunak dan rapuh, daunnya sebesar ibu jari berbentuk bulat seperti telur dan tersusun rapi.

Manfaat Tanaman Kelor
Pada Biji:
- Bijinya berfungsi sebagai pengendap sehingga dapat menjernihkan air
- Kandungan senyawa pada serbuk biji memiliki sifat antimikroba, hal tersebut berlaku khusus terhadap
bakteri sehingga jika pada air terdapat bakteri Ecoli secara langsung akan tereduksi dan mati.

Pada Daun:
Zat pada daun kelor mengandung protein, lemak, karbohidrat, mineral, vitamin, dan asam amino.
Sehingga dengan kandungan zat tersebut maka dapat digunakan sebagai alternatif makanan pada kasus malnutrisi. Jenis daun kelor dapat digunakan untuk menstabilkan tekanan darah dan ansietas. Dari segi infuse, daun kelor berfungsi sebagai pengtrol kadar glukosa pada mereka penyandang Diabetes Mellitus “DM”. Dapat dimanfaatkan sebagai kolitis, gonorhea, obat diare, anti inflamasi, anemia, penurunan kolesterol, dan nyeri kepala. Kandungannya yang mengandung alkaloid, moringinan, dan pterigospermin. Kita tahu pterigospermin bersifat sebagai perangsang kulit sehingga sering digunakan sebagai param untuk menghangatkan badan.
Daun kelor yang disayur bermanfaat sebagai pelancar daripada ASI pada ibu yang menyusui. Sehingga hal
tersebut sangat disarankan untuk ibu yang sedang menyusui.

Manfaat lainnya:
Adalah sebagai peluruh air seni, peluru dahak, obat batuk, peluruh untuk mereka yang haid (fase menstruasi), penambah nafsu makan, dan pereda kejang.
Dari beberapa khasiat daun kelor yang tersebut di atas, yang paling menarik adalah manfaatnya sebagai anti inflamasi, sebagai inflamasi kronis terutama Aterosklerosis.

Apa itu Aterosklerosis?
Aterosklerosis adalah peradangan kronis pada sel endotel pembuluh darah dan merupakan biang kerok penyakit jantung koroner. Hal ini terjadi disebabkan karena adanya peningkatan LDL atau biasa disebut Low Density Lipoprotein yang teroksidasi sehingga merangsang aterogenesis yang mana sementara Nuclear Factor Kappa Beta (NFkB) memiliki peran penting dalam proses peradangan tersebut.
Dari beberapa penelitian yang ada, ternyata daun kelor dapat menghambat aktivasi NFkB dan menurunkan ekpresi protein tumor Necrosing Factor Alpha (TNF-) dan ICAM-1.

Kontrol Diabetes Dengan Daun Salam


Apa manfaat daun salam? Kebanyakkan masyarakat pada umumnya akan menjawabnya sebagai pelengkap bumbu dapur.

Terfikirkan gak kalo memiliki manfaat sebagai obat???
Daun salam (Syzypium polyanthum) bisa digunakan sebagai herbal untuk mengatasi penyakit maag, diare, Diabetes Mellitus (DM), hipertensi, hiperkolesterolemia. Berhubung topik utama kali ini tentang Diabetes Mellitus (DM), maka kita akan membahasnya lebih pada seputar diabetes.

Sebenarnya secara tradisional masyarakat pada umumnya telah lama menggunakan daun salam untuk mengontrol diabetes. Sayangnya, penggunaanya tanpa disertai dengan perhitungan dosis yang tepat. Penelitian yang pernah dilakukan oleh Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada untuk diketahui bahwa ekstrak dari air daun salam memiliki hipoglikemik (menurunkan kadar gula darah) pada penderita DM yang tidak bergantung pada insulin, namun untuk penderita DM yang yang tergantung pada insulin tidak tidak ditemukan efek hipoglikemiknya.
Dari sumber penelitian yang dilakukan oleh peneliti ITB bekerjasama dengan peneliti UNPAD yang dipimpin oleh Prof. DR. Dr. Sri Harini KS Kariadi, SpPD-KEMD didapat hasil kesimpulan yang menunjukkan bahwa esktrak daun salam ternyata mempunyai efek hipoglikemik pada penyandang DM yang kadar gula darahnya di bawah 200 mg/ dl. Jika digunakan untuk penyandang DM yang kadar gula darahnya melebihi 200 mg/ dl, ekstrak daun salam tidak memberi edek yang signifikan.

Pada penyandang DM yang kadar gulanya di bawah 200 mg/dl, dosis yang digunakan adalah 250 mg 3 kali sehari. Namun untuk kesemua hal tersebut masih melalui ekstraki.

Gangguan Pendengaran Pada Anak

Lebih awal diketahui anak mengalami gangguan fungsi pendengaran, tindakan dini dapat segera dilakukan untuk membantu anak hidup normal didalam kegiatan sosialnya.
Gangguan fungsi pendengaran atau ketulian bisa terjadi sejak lahir yang biasa disebut dengan tuli kongenital bisa terjadi karena faktor perkembangan atau pertumbuhannya sejak anak lahir.
Tuli kongenital bisa terjadi karena faktor-faktor yang mempengaruhi kehamilan maupun pada saat lahir. Sedangkan faktor non kongenital yang sering terjadi adalah karena infeksi, trauma dan tumor intrakranial.

Tuli kongenital salah satu masalah pada anak yang akan berdampak pada perkembangan bicara, sosial, kognitif dan akademik. Jika tidak dilakukan deteksi dan intervensi secara dini masalah akan bertambah. Di Indonesia berdasarkan survei yang dilakukan oleh DepKes di 7 propinsi berkisar pada tahun 1994 – 1996, ditemukan penderita sebesar 0,1%. Tuli kongenital di Indonesia diperkirakan sebanyak 214.100 orang, bila jumlah penduduk sebesar 214.100.000 juta (profil kesehatan 2005). Jumlah ini akan bertambah per tahunnya dengan adanya pertambahan penduduk akibat tingginya angka kelahiran sebesar 0,22%.

Gangguan fungsi pendengaran (ketulian) ini dapat berupa tuli sebagian (hearing impaired) dengan derajat ringan, sedang dan berat atau tuli total (deaf or sensoryneural hearing loss/ SNHL).
Tuli sebagian adalah keadaan fungsi pendengaran berkurang namun masih dapat dimanfaatkan untuk berkomunikasi dengan atau tanpa bantuan alat dengar.
Tuli total adalah keadaan fungsi pendengaran yang sedemikian tergangguannya sehingga tidak dapat berkomunikasi meskipun mendapat alat bantu dengar atau pengerasan bunyi.


K L A S I F I K A S I
T u l I K O N G E N I T A L

Klasifikasi tuli kongenital dapat dibagi menjadi dua, yaitu:
1. Genetic herediter (faktor keturunan) baik yang disertai oleh sindrom (syndromic sensorineural hearing loss)
maupun yang tidak (non syndromic sensorineural hearing loss), dan
2. Non genetik.
Fungsi dari konsultan genetik pada kasus pencegahan terjadinya tuli herediter adalah menghindari perkawinan
antar keluarga/ sedarah yang mempunyai riwayat tuli pada garis keturunannya.


Faktor etiologi yang berperan terjadinya tuli kongenital

1. F a k t o r g e n e t i k
Diketahui ada riwayat keluarga yang menderita ketulian pada garis keturunan ikut meningkatkan risiko tuli congenital. Namun hal tersebut bukan persyaratan mutlak, karena beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa tuli kongenital tidak harus mengikuti hokum Mendell yang selalu diwariskan. Banyak tuli kongenital terjadi secara sporadic tanpa adanya riwayat keluarga dengan ketulian. Penelitian di bidang genetika menunjukkan bahwa banyak gen (multigena) yang berperan pada ketulian.

2. M a s a k e h a m i l a n (p r e n a t a l)
Kehamilan trimester I merupakan periode krusial, karena infeksi virus maupun bakteri akan berakibat terjadinya ketulian. Infeksi TORCHS (Taksoplasmosis, Rubella, Cytomegalovirus, Herpes, dan Sifilis), campak dan gondong. Riwayat pemberian beberapa jenis obat ototoksik dan teratogenik seperti salisat, kina, gentamycin, streptomisin, dan lain-lain, juga mempunyai potensi menyebabkan terjadinya gangguan proses pembentukan organ dan sel rambut pada rumah siput (koklea).

3. S a a t l a h i r (p e r i n a t a l)
Penyebab ketulian pada saat lahir antara lain lahir prematur, berat badan kurang 1500 gram, tindakan dengan alat pada saat proses kelahiran (ekstraksi vakum, forcep), dan bayi kuning (hiperbilirubinemia), bayi yang lahir tidak langsung menangis (asfiksia), dan hipoksia otak (nilai APGAR kurang dari 5 pada 5 menit pertama).
Tuli kongenital salah satu masalah pada anak yang berdampak pada perkembangan bicara, social, kognitif dan akademik. Penderita akan mengalami gangguan perkembangan komunikasi, bahasa dan prestasi sekolah, tidak mampu untuk bersosialisasi, berperilaku emosional, misalnya cepat marah, stress, yang pada akhirnya menjadikannya menjadi manusia yang berkualitas rendah dan kualitas kerja yang rendah pula.
Permasalahan yang muncul adalah kesulitan mendeteksi apakah bayi itu dalam keadaaan normal atau tuli. Biasanya orangtua baru menyadari adanya gangguan pendengaran pada anak jika tidak ada respon terhadap suara keras atau terlambat bicara. Penting bagi orangtua untuk tanggap terhadap perkembangan anak terutama respon terhadap stimulasi suara sekitarnya. Jika ada sedikit saja kelainan, misalnya pada respon terhadap suara, anatomi leher dan kepala, kemampuan berbicaran dan mengeluarkan suara, dan sebagainya, tidak adanya salahnya untuk memeriksakannya ke dokter.
Untuk mengetahui adanya gangguan pendengaran apabila tidak ada sarana yaitu dengan memberikan bunyi-bunyian pada jarak 1 meter di belakang anak.


D I A G N O S A
Diagnosa-diagnosa lebih lanjut juga bisa dilakukan di rumah sakit, seperti Otoacoustic Emission (OAE), Automated Audiometry Brainstem Response (AABR), dan yang tidak kalah pentingnya yaitu Behavioral Observation Audiometry.


P E N D A P A T A H L I

Menurut Am Joint Comitte of infant Hearing Statement (1994) insiden timbulnya ketulian terjadinya disebabkan antara lain oleh:
1. Terdapat riwayat keluarga yang tuli.
2. Adanya infeksi TORCHS (Toxoplasma Rubella Cytomegalo Herpes simplex Siphilis) terutama pada trisemester
pertama.
3. Berat badan lahir rendah <> 5 hari.
8. Terdapat sindrom yang berhubungan dengan tuli congenital.
9. Terdapat kelainan yang terdapat pada kepala leher.
10. Meningitis bakterialis (infeksi selaput otak).


K e s i m p u l a n
Semua kelainan di atas merupakan factor resiko terjadinya ketulian. Bila terdapat 1 faktor resiko maka kemungkinan timbulnya tuli sebesar 10 x, dan bila terdapat 3 faktor resiko maka kemungkinan timbulnya sebesar 63 x.

Diabtes Millitus

Apa itu diabetes?
Diabetes Militus atau yang biasa disingkat DM atau biasa disebut penyakit gula darah atau juga kencing manis adalah penyakit yang disebabkan adanya peningkatan daripada kadar gula dalam darah yang tergolong kronis.

Penyebabnya?
Hal ini disebabkan karena terjadinya gangguan pada sistem metabolisme tubuh karena pankreas tidak mampu memproduksi insulin yang dibutuhkan tubuh, meningkatnya kadar kekurangan dari pada sekresi insulin, dan adanya resistensi insulin (kinerja insulin sudah tidak baik). Sebab terjadinya resistensi terhadap insulin antara lain karena faktor kegemukan (obesitas)

Apa itu insulin?
Insulin adalah salah satu hormon yang diproduksi oleh sel beta pankreas yang bertugas untuk mengontrol kadar gula dalam darah. Di dalam insulin juga ada sel alfa yang berfungsi memproduksi glukagon yang bekerja berlawanan dengan insulin. Apabila insulin tidak ada, maka glukosa tidak dapat masuk ke dalam sel yang akhirnya glukosa menumpuk di pembuluh darah.Dalam kondisi tersebut, maka kondisi tubuh menjadi lemah dan lemas karena tidak adanya sumber energi dalam sel.

Apa yang mendasari terjadinya diabetes?
Terjadinya diabetes diawali dari pola gaya hidup dalam hal ini pola makan, sebagaimana diketahui proses metabolisme terjadi pada saat pengolahan makanan. Untuk diketahui bahwasannya di dalam saluran pencernaan, makanan di pecah menjadi partikel yang terkecil, karbohidrat menjadi glukosa, protein menjadi asam amino, lemak menjadi asam lemak. Keseluruhan zat tersebut akan diserap oleh usus kemudian masuk ke dalam pembuluh darah dan disebarkan ke seluruh tubuh untuk digunakan sebagai bahan bakar. Agar dapat berfungsi sebagai bahan bakar, zat makanan makanan tersebut harus masuk ke dalam sel untuk dapat diolah. Di dalam sel, zat makanan khususnya glukosa dibakar melalui proses kimia yang akhirnya menghasilkan energi. Dalam proses tersebut, insulin memegang peran penting karena bertugas memasukkan glukosa ke dalam sel, yang selanjutnya digunakan sebagai bahan bakar. Artinya insulin dibuthkan untuk memproses karbohidrat, lemak, dan protein menjadi energi yang diperlukan tubuh.

Tanda-tanda DM
- Peningkatan kadar gula dalam darah mencapai 160-180 mg/dl.
- Secara tradisional air seni sering dikerubungi semut.
- Sering merasa haus.
- Nafsu makan yang berlebihan.
- Kehilangan berat badan secara drastis.
- Sering mengalami kesemutan/ mati rasa pada syaraf bagian tangan atau kaki.
- Cepat lelah dan mudah lemas.
- Sering buang urine.
- Penglihatan tiba-tiba rabun.
- Jika mengalami luka, efek penyembuhannya reatif lama.
- Kulit mudah terkena infeksi.

Mereka yang risiko tinggi DM
1. Usia di atas 40 tahun.
2. Usia lebih muda, terutama yang indeks massa tubuh (IMT) di atas 23 kg/m2 yang diikuti dengan faktor risiko:
- Kebiasaan tidak aktif.
- Turunan pertama dari orangtua DM.
- Adanya riwayat yang melahirkan bayi dengan berat lahir bayi di atas 4000 gram (riwayat DM gestasional).
- Hipertensi di atas 140/ 90 mmHg
- Kolesterol HDL ≤ 35 mg/dl dan atau trigleserid ≥ 250 mg/dl.
- Penderita yang terkait dengan resistensi insulin.
- Sebelumnya ada riwayat toleransi glukosa yang terganggu (TGT) atau glukosa darah puasa terganggu (GDPT).
- Riwayat penyakit kardiovaskuler.
3. Usia yang lebih muda dapat juga dialami oleh bayi.

Jenis-jenis DM
Ada 2 jenis diabet, yaitu DM tipe 1 dan DM tipe 2, dapat dijelaskan bahwa:
1. DM Tipe 1
Diabet yang bergantung pada insulin, karena tubuh mengalami kekurangan hormon insulin atau (IDDM=Insulin Dependent Diabetes Millitus ). Penyebabnya hilangnya sel beta penghasil insulin pada langerhans pankreas, biasanya ditemukan pada balita, anak-anak, remaja. Disini insulin tidak ada, kenapa terjadi? karena adanya reaksi autoimun yaitu adanya peradangan terhadap sel beta atau bisa disebut islet cell antibody (ICA). Reaksi antigen (sel beta) dengan antibodi (ICA) menyebabkan hancurnya sel beta, hal itu dapat disebabkan oleh virus, herpes dan sebagainya. Jadi yang diserang hanya sel beta sedangkan sel lainnya utuh, jadi sangat penting peran dari pada sel beta tersebut.

2. DM Tipe 2
Pada tipe ini homon insulin dalam tubuh tidak dapat berfungsi dengan seharusnya. Hal ini disebabkan karena berbagai kemungkinan antara lain resistensi terhadap insulin.
Disini justru insulin normal, namun reseptor insulin yang ada dipermukaan sel kurang, sehingga jumlah glukosa yang masuk ke sel sedikit, akibatnya sel kekurangan bahan bakar (glukosa) di dalam pemuluh darah meningkat (keadaan ini sama dengan tipe 1), hanya bedanya pada type 2 disamping kadar glukosa darah tinggi, kadar insulin juga tinggi atau normal dan keadaan inilah yang biasa disebut resistensi insulin. Penyebabnya? karena faktor obesitas, diet tinggi lemak, dan rendah karbohidrat, kurang gerak badan, serta faktor keturunan.

Akibat yang akan ditimbulkan
Efek yang ditimbulkan luar biasa, hal yang paling ditakutkan dari diabetes adalah adanya komplikasi makrovaskular dan mikrovaskular, kalo makrovaskular berakibat gangguan di jantung dan berakibat stroke, sedangkan mikrovaskular berisiko terhadap mata yang mengakibatkan mata buta, gangguan syaraf, dan ginjal. Untuk penderita diabet selain gula darah meningkat, kolesterol juga meningkat. Dan dari semua itu akan dapat menggangu jalannya pembuluh darah dan berpeluang merusak organ lainnya. Contoh: awalnya mengalami luka kecil biasa, dan tidak kunjung sembuh, namun luka cenderung mengalami infeksi meluas, pada akhirnya yang paling fatal adalah akibat luka kecil biasa kaki atau tangan sampai diamputasi.


Pengobatan dan penanganan DM
1. Tipe 1
- Dengan terapi insulin (lantus/ lavenir, Humalog, Novolog, Apidra) secara terus menerus.
- Olah raga yang cukup.
- Diet.
2. Tipe 2
- Pengontrollan obat secara terus menerus dan teratur.
- Penanganan fokus pada pola gaya hidup dan aktifitas fisik dengan berolah raga dan diet.
- Jika pada tahap tersebut tidak berhasil, maka dianjurkan pemberian obat tablet.
- Pemberian suntikan insulin diberikan jika dengan menggunakan tablet tidak bisa mengatasi
pengontrollan terhadap kadar gula dalam darah.
3. Diagnosa diabetes dapat diluruskan jika hasil pemeriksaan gula darah puasa mencapai ±126 mg/dl dan
pemeriksaan gula darah 2 jam setelah puasa (min 8 jam) mencapai 180 mg/dl. Pemeriksaan gula darag yang
dilakukan secara random (sewaktu-waktu) dapat membantu diagnosa diabetes.

Hal yang perlu diperhatikan

Hal yang perlu untuk diingat, kadar gula darah biasa meningkat setelah makan dan mengalami penurunan dipagi hari pada saat bangun tidur. Seseorang dikatakan hyperglycemia/ hiperglikemia apabila kadar gula darah jauh di atas nilai normal. Apa itu hiperglikemia? hiperglikemia adalah kondisi seseorang yang mengalami penurunan nilai gula dalam darah di bawah normal. Ingat apabila kadar gula darah menurun secara drastis maka akan menyebabkan seseorang tidak sadarkan diri dan bahkan bisa mengalami koma.
Sehingga untuk anda penderita diabetes disarankan aturlah dan modifikasi pola hidup dengan rajin berolah raga, olah raga tidak harus yang sifatnya berat, yang biasa saja misalnya jogging atau jalan santai juga bisa, intinya bisa membakar lemak, dan pola makan anda dengan acupan gizi yang seimbang.