Daun Kelor?Daun kelor merupakan tanaman perdu yang kita kenal adalah tanaman asli yang berasal dari Himalaya dan India.
Pada umumnya manfaat daun kelor adalah sebagai sayur mayur, dan memang sangat baik untuk kesehatan. Namun pernahkah terbayangkan bahwa ada manfaat herbal dari daun kelor tersebut, kita tahu bicara herbal pasti berhubungan dengan kesehatan, pasti berhubungan dengan penyakit dan sudah pasti bicara penyakit berhubungan dengan obat/ penawar dalam hal ini herbal.
Bentuk Fisik
Secara fisik tingginya bisa mencapai ± 10 meter-an, batangnya lunak dan rapuh, daunnya sebesar ibu jari berbentuk bulat seperti telur dan tersusun rapi.
Manfaat Tanaman Kelor
Pada Biji:
- Bijinya berfungsi sebagai pengendap sehingga dapat menjernihkan air
- Kandungan senyawa pada serbuk biji memiliki sifat antimikroba, hal tersebut berlaku khusus terhadap bakteri sehingga jika pada air terdapat bakteri Ecoli secara langsung akan tereduksi dan mati.
- Kandungan senyawa pada serbuk biji memiliki sifat antimikroba, hal tersebut berlaku khusus terhadap bakteri sehingga jika pada air terdapat bakteri Ecoli secara langsung akan tereduksi dan mati.
Pada Daun:
Zat pada daun kelor mengandung protein, lemak, karbohidrat, mineral, vitamin, dan asam amino. Sehingga dengan kandungan zat tersebut maka dapat digunakan sebagai alternatif makanan pada kasus malnutrisi. Jenis daun kelor dapat digunakan untuk menstabilkan tekanan darah dan ansietas. Dari segi infuse, daun kelor berfungsi sebagai pengtrol kadar glukosa pada mereka penyandang Diabetes Mellitus “DM”. Dapat dimanfaatkan sebagai kolitis, gonorhea, obat diare, anti inflamasi, anemia, penurunan kolesterol, dan nyeri kepala. Kandungannya yang mengandung alkaloid, moringinan, dan pterigospermin. Kita tahu pterigospermin bersifat sebagai perangsang kulit sehingga sering digunakan sebagai param untuk menghangatkan badan.
Daun kelor yang disayur bermanfaat sebagai pelancar daripada ASI pada ibu yang menyusui. Sehingga hal tersebut sangat disarankan untuk ibu yang sedang menyusui.
Manfaat lainnya:
Zat pada daun kelor mengandung protein, lemak, karbohidrat, mineral, vitamin, dan asam amino. Sehingga dengan kandungan zat tersebut maka dapat digunakan sebagai alternatif makanan pada kasus malnutrisi. Jenis daun kelor dapat digunakan untuk menstabilkan tekanan darah dan ansietas. Dari segi infuse, daun kelor berfungsi sebagai pengtrol kadar glukosa pada mereka penyandang Diabetes Mellitus “DM”. Dapat dimanfaatkan sebagai kolitis, gonorhea, obat diare, anti inflamasi, anemia, penurunan kolesterol, dan nyeri kepala. Kandungannya yang mengandung alkaloid, moringinan, dan pterigospermin. Kita tahu pterigospermin bersifat sebagai perangsang kulit sehingga sering digunakan sebagai param untuk menghangatkan badan.
Daun kelor yang disayur bermanfaat sebagai pelancar daripada ASI pada ibu yang menyusui. Sehingga hal tersebut sangat disarankan untuk ibu yang sedang menyusui.
Manfaat lainnya:
Adalah sebagai peluruh air seni, peluru dahak, obat batuk, peluruh untuk mereka yang haid (fase menstruasi), penambah nafsu makan, dan pereda kejang.
Dari beberapa khasiat daun kelor yang tersebut di atas, yang paling menarik adalah manfaatnya sebagai anti inflamasi, sebagai inflamasi kronis terutama Aterosklerosis.
Dari beberapa khasiat daun kelor yang tersebut di atas, yang paling menarik adalah manfaatnya sebagai anti inflamasi, sebagai inflamasi kronis terutama Aterosklerosis.
Apa itu Aterosklerosis?
Aterosklerosis adalah peradangan kronis pada sel endotel pembuluh darah dan merupakan biang kerok penyakit jantung koroner. Hal ini terjadi disebabkan karena adanya peningkatan LDL atau biasa disebut Low Density Lipoprotein yang teroksidasi sehingga merangsang aterogenesis yang mana sementara Nuclear Factor Kappa Beta (NFkB) memiliki peran penting dalam proses peradangan tersebut.
Dari beberapa penelitian yang ada, ternyata daun kelor dapat menghambat aktivasi NFkB dan menurunkan ekpresi protein tumor Necrosing Factor Alpha (TNF-) dan ICAM-1.
Aterosklerosis adalah peradangan kronis pada sel endotel pembuluh darah dan merupakan biang kerok penyakit jantung koroner. Hal ini terjadi disebabkan karena adanya peningkatan LDL atau biasa disebut Low Density Lipoprotein yang teroksidasi sehingga merangsang aterogenesis yang mana sementara Nuclear Factor Kappa Beta (NFkB) memiliki peran penting dalam proses peradangan tersebut.
Dari beberapa penelitian yang ada, ternyata daun kelor dapat menghambat aktivasi NFkB dan menurunkan ekpresi protein tumor Necrosing Factor Alpha (TNF-) dan ICAM-1.





